Pages

Sabtu, 15 Juni 2013

DESAIN PENELITIAN EKSPERIMEN

DESAIN PENELITIAN EKSPERIMEN

Metode penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaru perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.
Wiersma (1991) dalam Emzir (2009) mengemukakan kriteria-kriteria untuk suatu desain penelitian eksperimental yang baik, diantaranya;
a.       Kontrol eksperimental yang memadai
b.      Mengurangi artifisialitas (dalam merealisasikan suatu hasil eksperimen ke non-eksperimen)
c.       Dasar untuk perbandingan dalam menentukan apakah terdapat pengaruh atau tidak
d.      Informasi yang memadai dari data yang akan diambil untuk memutuskan hipotesis
e.       Data yang diambil tidak terkontaminasi dan memadai dan mencerminkan pengaruh
f.       Tidak mencampurkan variabel yang relevan agar variabel lain tidak mempengaruhi
g.      Keterwakilan dengan menggunakan randomisasi aspek-aspek yang akan diukur.
h.      Kecermatan terhadap karakteristik desain yang akan dilakukan
Dengan demikian maka suatu desain eksperimental yang dipilih oleh peneliti membutuhkan perluasan terutama pada prosedur dari setiap penelitian yang akan dilakukan. Beberapa macam desain penelitian Eksperimen antara lain :
1.      Pre- Experimental Designs (Nondesigns)
Pre- Experimental Designs (nondesigns) belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Jadi,  hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen itu bukan semata-mata dipengaruhi oleh variabel independen. hal ini dapat terjadi, karena tidak adanya variabel kontrol dan sampel tidak dipilih secara random. Bentuk Pre- Experimental Designs (nondesigns) ada beberapa macam yaitu:
a.       One-Shot Case Study
Paradigma dalam penelitian eksperimen model ini dapa di gambarkan sebagai berikut:
Text Box: X O

Keterangan :
X =  Treatment yang diberikan  (variabel independen)
O = Observasi (Variabel dependen)


Adapun cara membacanya sebagai berikut terdapat suatu kelompok diberi treatment atau perlakuan dan selanjutnya di observasi hasilnya.


b.   One- Group Pretest-Posttest Design
Bila dalam One-Shot Case Study tidak diberi pretest, maka pada paradigma ini terdapat pretest sebelum diberi perlakuan sehingga hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan.
Text Box: O1 X O2

Keterangan :  
O1= nilai pretest (sebelum diberi diklat)
O2 = nilai posttest( setelah diberi diklat)
Pengaruh diklat terhadap prestasi kerja pegawai = (O2- O1)

c.       Intact-Group Comparison
Terdapat 1 kelompok yang digunakan untuk penelitian tetapi dibagi 2 yaitu setengah kelompok eksperimen dan setengah kelompok untuk kontrol
Text Box: X         O1
             O2

Keterangan :  
O1= Hasil pengukuran setengah kelompok yang diberi perlakuan
O2= Hasil pengukuran setengah kelompok yang tidak di beri perlakuan
Pengaruh perlakuan = O1 – O2

2.         True-Experimental design
Dikatakan True Experimental Design (Eksperimen yang betul-betul), karena didalam desain ini, peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. dengan demikian validitas internal (kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat menjadi tinggi. Ciri utama dari True Experimental Design adalah bahwa sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random dari populasi tertentu. Jadi cirinya adalah adanya kelompok kontrol dan sampel yang dipilih secara random. Dikemukakan 2 bentuk desain True-Experimental design yaitu:
a.    Pottest-Only Control Design
Text Box: R X O2
R     O4
 




Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang masing-masing di pilih secara randum (R). Kelompok pertama diberi perlakuan (X) dan kelompok yang lain tidak. Kelompok yang di beri perlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang di beri (treatment) adalah (O1 : O2). Dalam penelitian yang sesungguhnya pengaruh treatment dianalisis dengan uji beda, pakai statistik t-test misalnya. Kalau terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, maka perlakuan yang di berikan berpengaruh secara signifikan.
b.   Pretest-posttest control group design
Text Box: R     O1   X    O2
R     O3          O4
 




Terdapat dua kelompok yang di pilih secara random, kemudian di beri pretest untuk mengetahui keadaan awal adalah perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil pretest yang baik bila nilai kelompok eksperimen tidak berbeda secara signifikan. Pengaruh perlakuan adalah (O2 – O1) – (O4 – O3).
c.    The Solomon Four-Group Design
Dalam desain ini, salah satu dari empat kelompok dipilih secara random. Dua kelompok diberi pratest dan dua kelompok tidak. Kemudian satu dari kelompok pratest dan satu dari kelompok nonpratest diberi perlakuan eksperimen, setelah itu keempat kelompok ini diberi posttest.
3.         Factorial Design
Merupakan modifikasi dari design True Experimental, yaitu dengan memperlihatkan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan ( variabel independen)  terhadap hasil (variabel dependen). Tujuan dari desain ini adalah untuk menentukan apakah efek suatu variabel eksperimental dapat digeneralisasikan lewat semua level dari suatu variabel kontrol atau apakah efek suatu variabel eksperimen tersebut khusus untuk level khusus dari variabel kontrol, selain itu juga dapat digunakan untuk menunjukkan hubungan yang tidak dapat dilakukan oleh desain eksperimental variabel tunggal. Paradigma design faktorial dapat digambarkan seperti berikut:

Text Box: R           O1         X          Y1     O2

R          O3                      Y1      O4

R          O5         X           Y2     O6

R          O7                      Y2       O8
 







Semua kelompok dipilih secara random, kemudian masing-masing diberi pretest. Kelompok untuk penelitian dinyatakan baik , bila setiap keompok nilai pretestnya sama. Jadi O1 = O3 = O5 = O7
4.         Quasi Experimental Design
Merupakan pengembangan dari True Experimental Design, yang sulit dilaksanakan. Mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen.
Dua bentuk eksperimen ini yaitu:
a.    Time Series Design
Desain ini tidak dapat di pilih secara random. Sebelum diberi perlakuan kelompok diberi pretest sampai empat kali, dengan maksud untuk mengetahui kestabilan dan kejelasan kelompok sebelum diberi perlakuan. Bila hasil pretest selama empat kali ternyata nilanya berbeda-beda, berarti kelompok tersebut labil, dan konsisten.

Text Box: O1   O2  O3  O4   X   O5   O6   O7    O8
 





Hasil pre test yang baik adalah O1 = O2= O3 = O4 dan perlakuan yang baik adalah O5 = O6 = O7 = O8. besarnya pengaruh perlakuan adalah= (O5 + O6 + O7  O8) – (O1 + O2 + O3 + O4).
Dibawah ini merupakan grafik berbagai kemungkinan hasil penelitian yang menggunakan desain time series
b.   Nonequivalent Control Group Design
Desain ini hampir sama dengan pretest- posttest control group desain, hanya pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompk kontrol tidak dipilih secara random.
 





c.   .Conterbalanced Design
Dalam desain ini, semua kelompok menerima semua perlakuan, hanya dalam urutan perlakuan yang berbeda-beda, dan dilakukan secara random.

                                      DAFTAR PUSTAKA


Pradiati, Diah. 2012. Macam-macam Desain Riset Eksperimen. http://diahpradiati.wordpress.com/2011/01/28/macam-macam-desain-riset-eksperimen/ Diakses pada Tanggal 30 April 2012.


Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : ALFABETA

0 komentar:

Poskan Komentar